Menyenangkan sekali. Makan malam yang nikmat, sambalnya lezat, lauknya enak, sayurnya pas. Kami tidur di rumah panggung, sudah disediakan kasur, bantal, dan selimut.
Delapan Ramadhan 1436 H, dalam rangka berusaha sekuat tenaga untuk tidak tidur sehabis subuh.
Selepas terminal Harjamukti, bis AKAP Cirebon menuju Bandung berjalan lambat sekali, sambil mencari penumpang. Terlihat bis hanya terisi 4 penumpang termasuk saya. Berdasarkan pengalaman, diperkirakan bis ini akan sampai Palimanan yang hanya berjarak 15 km dalam waktu 1 jam. Itu artinya kecepatan bis 15km/jam berdasarkan rumus>>waktu tempuh = jarak : kecepatan. (wow..ternyata masih ingat).
Ke kota, ke kampung, ke gunung, ke pantai, ke laut, ke taman, ke pasar, sudaaah, pergi kemana lagi ya. Akhirnya memutuskan pergi ke gua. Lho? Mau apa ke gua? Yang jelas pasti sangat menarik.
Dalam keseharian kerap kali mengalami kejadian-kejadian kecil yang rasanya teramat sangat.. (titik-titik). Kalau kata salah satu artis paling cetar, sesuatu banget pokoknya.
Trip ini saya nobatkan sebagai “TRIP PALING MENGESANKAN
SEPANJANG MASA”.
Tiba-tiba saja Tujuh Belasan mau ke Krakatau, kenapa ke
Krakatau? Sebenarnya kemana pun boleh saja sih, namun teman saya mengajak ke
Krakatau, katanya upacara di bawah laut. Apa? Krakatau kan gunung mengapa
upacaranya di bawah laut bukan di atas gunung? Sudahlah, mungkin saya kurang
nyimak. Saya percayakan semua kepada teman, provider apa yang dipilih, bayar berapa,
bagaimana teknisnya, ikut saja.
Malam ini saya melakukan kegiatan yang tidak biasa.
Berawal dua hari lalu, sepulang dari luar kota, saya
terhenyak menyadari aquarium yang kosong. “Kemana ikannya?” “Mati”,
jawaban singkat my brother. Heu..sayang sekali padahal baru beli, 3 ekor warna
kuning, lucu-lucu, dua ribuan.