Minggu, 11 September 2016

TINGGALKAN..


Tinggalkan kesedihanmu di sini
Di antara rimbunnya pepohonan, rapatnya hutan
Desauan angin yang menerbangkan dedaunan
Kicauan burung yang berirama

Jejakkan kesadaranmu dengan sebenarnya
Resapi tanpa rasa apapun
Keindahan akan datang dalam kebersahajaan
Menelusup lembut menyertai kebahagiaan

Menghampiri tanpa terburu-buru, takkan keliru
Hanya perlu berlapang menunggu


Tasik-Cirebon, Arafah Day [9 Dzulhijjah 1437]
Pic loc: Bukit Moko
In frame: Azizah

Minggu, 12 Juni 2016

(UBP Part 9) PULANG

Suatu pagi di kota Jeddah

Tulisan sebelumnya
(UBP Part 8) Hari-Hari di Mekkah (2)

Hari 9
Selasa, 31 Mei 2016

Jam 02.30 kami sudah berangkat menuju Jeddah. Sepi sekali suasana di bis, saya yakin semua orang merasakan kesedihan yang sama, berpisah dengan Baitulloh.

KULINER ARAB


Kuliner di Mekah/Madinah, sebetulnya cukup enak-enak, masih bisa masuk ke lidah orang Indonesia. Misalnya kebab, nasi briyani, ayam panggang, bakwan ala arab, samosa. Mba Elly KA sempat menyarankan kami untuk makan “ruz mandi”, entah kuliner macam apa itu, tapi kami urung beli karena harganya mahal sekali sekitar 100 riyal.

(UBP Part 8) HARI-HARI DI MEKKAH (2)

Mushaf Al Quran Zaman Utsman bin Affan

Tulisan sebelumnya
(UBP Part 7) Hari-Hari di Mekkah (1)

Hari 7
Minggu, 29 Mei 2016

Sore hari selepas dzuhur masih ada jadwal tour terakhir ke Museum Haramain dan peternakan unta.

Museum Haramain

(UBP Part 7) HARI-HARI DI MEKKAH (1)


Tulisan sebelumnya
(UBP Part 6) Hari-Hari di Madinah (2)

Hari 4
Kamis, 26 Mei 2016

Perjalanan Madinah-Mekkah terasa sangat lama, dengan pemandangan gurun yang tiada habisnya.

Sunset di gurun
Kurang lebih pukul 19.00 bis sampai di Mekkah, namun bis tertahan karena sudah masuk isya, tidak bisa berhenti di depan penginapan. Dengan sukarela jamaah berjalan dengan koper dan tentengannya masing-masing menuju hotel, tidak terlalu jauh hanya kurang lebih 300m. Tentunya beban lebih berat dari sebelumnya karena rata-rata jamaah berbelanja oleh-oleh di Madinah, saya sendiri sudah bertekad sepenuh hati untuk tidak membeli apa-apa di Mekkah.

(UBP Part 6) HARI-HARI DI MADINAH (2)



Tulisan sebelumnya
(UBP Part 5) Hari-Hari di Madinah (1)

Hari 2
Selasa, 24 Mei 2016

Tips 6:
“Bersegeralah sarapan selepas subuh, jika berdiam di Masjid menunggu dhuha bisa kehabisan sarapan.” 

Begitulah sarapan pertama di Madinah, terlambat, sehingga sarapan sudah habis, ternyata pukul 05.00 sarapan sudah tersedia. Kalau ibu-ibu masih bisa mengambil makan di tempat catering lain, kalau bapak-bapak harus puas dengan sarapan roti saja, namun sesaat sebelum meninggalkan ruang makan petugas catering memanggil para bapak dan memberikan 2 piring nasi lengkap dengan lauk, katanya “Ini tadi dipisah untuk jamaah lain, tapi ternyata mereka sudah makan.” Alhamdulillah rezeki.

(UBP Part 5) HARI-HARI DI MADINAH (1)

View sesaat sebelum landing di Jeddah
Tulisan sebelumnya
(UBP Part 4) Keberangkatan

Hari 1
Senin, 23 Mei 2016

Pesawat Air Asia terbang sesuai jadwal. Perjalanan jauh 8 jam ini ternyata kami lalui tanpa makan satu kalipun, ternyata leader yang pesankan tiket tidak menyertakan makan, katanya nanti saja beli di pesawat. Sedangkan setelah bertanya, pesawat tidak menyediakan makan on the spot, by order saja. Perih hati perut adek, Bang.. melewatkan 2 kali makan, alhamdulillah anggap saja puasa walaupun tidak ada pahalanya, bahkan mungkin dosa karena mengutuki kebodohan sendiri kenapa tidak mengecek dulu sebelum berangkat.