Gamang Mengeluh..pantang! Dekap sulitmu dalam remang. Luahkan dalam doa-doa panjang. Suatu hari mimpimu akan terbentang. Buatmu tercengang. Dan lupa akan pedihnya berjuang.
Berawal dari broadcast di beberapa grup tentang acara Outdoor Festival 2016 yang diselenggarakan di Bandung. Di hari kedua saya menyempatkan mampir untuk melihat-lihat seperti apakah. Pergi sendiri *hanya berteman sepi dan angin malam*, tidak berhasil mengajak seorang teman pun.
Sudah sejak lama ingin berkunjung ke Kampung Naga. Suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat. (www.wikipedia.org)
Menyenangkan sekali. Makan malam yang nikmat, sambalnya lezat, lauknya enak, sayurnya pas. Kami tidur di rumah panggung, sudah disediakan kasur, bantal, dan selimut.
Delapan Ramadhan 1436 H, dalam rangka berusaha sekuat tenaga untuk tidak tidur sehabis subuh.
Selepas terminal Harjamukti, bis AKAP Cirebon menuju Bandung berjalan lambat sekali, sambil mencari penumpang. Terlihat bis hanya terisi 4 penumpang termasuk saya. Berdasarkan pengalaman, diperkirakan bis ini akan sampai Palimanan yang hanya berjarak 15 km dalam waktu 1 jam. Itu artinya kecepatan bis 15km/jam berdasarkan rumus>>waktu tempuh = jarak : kecepatan. (wow..ternyata masih ingat).
Ke kota, ke kampung, ke gunung, ke pantai, ke laut, ke taman, ke pasar, sudaaah, pergi kemana lagi ya. Akhirnya memutuskan pergi ke gua. Lho? Mau apa ke gua? Yang jelas pasti sangat menarik.